Kamis, 24 April 2014

jnc

ujuan penggabungan itu, papar Jodi, lantaran generasi pertama pendiri kerajaan kue kering ini merasa masih sanggup membimbing generasi kedua agar tak ada persaingan yang membawa perpecahan di kemudian hari. “Selain itu, juga demi efisiensi dan peningkatan kualitas. Nama Bonli diambil dari nama nenek kami,” ujarnya. 
Saat bulan puasa seperti saat ini, kegiatan pembuatan kue kering di sana menjadi teramat sibuk. Jika pada hari biasa produksi kue hanya melibatkan sekitar 270 karyawan, saat menjelang Lebaran sampai mempekerjakan 1.000-an orang. “Kue kering memang penjualannya tergantung event-event seperti ini. Hari biasa, produksi kami hanya produksi 500-an toples tiap hari untuk jaga stok toko saja. Sedangkan jelang Lebaran kami produksi 10 ribu toples tiap hari,” papar kelahiran Bandung, 7 Januari 1987 ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar